Megalitik
berasal dari kata Megalithikum (mega: besar ; lithos
: batu). Megalitik merupakan masa dimana masyarakat melakukan
pembuatan bangunan-bangunan dari batu besar yang didasarkan pada
kepercayaan adanya hubungan antara yang hidup dan yang mati. Jasa
dari seorang kerabat yang telah mati diabadikan dengan mendirikan
bangunan batu besar. Bangunan tersebut kemudian menjadi perantara
penghormatan, tempat singgah, dan sekaligus menjadi lambang si
mati. Megalitik muncul setelah masa bercocok tanam ketika manusia
pra-sejarah sudah hidup menetap dan mulai melakukan upacara untuk
mendapatkan kesejahteraan hidup, keberhasilan dalam panen, dan
upacara penguburan. Kegiatan upacara ini disertai dengan membangun
tanda atau lambang.
Berikut
beberapa situs megalit yang ada di Sumatera Barat:
1.
Kawasan Situs Megalit Maek
Maek
atau kini disebut juga Mahat, adalah negeri yang masyhur dengan
julukan seribu menhir. Kawasan ini terletak di Kecamatan Bukit
Barisan, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Luasnya lebih
kurang 115,92 km2.
2.
Kawasan Situs Megalit Bukit Tinjauan
Situs
Megalit Bukit Tinjauan berada di Jorong Belubus, Nagari Sungai
Talang, Kecamatan Guguk. Sementara itu secara astronomis situs ini
terletak pada garis S 0˚ 10’ 47.9” E 100˚ 33’ 29.0”. Jika
dilihat dari ibukota kabupaten (Kota Sarilamak), situs ini berjarak
lebih kurang lebih 17 km. Secara geografis, Situs Megalit Bukit
Tinjauan terletak di dalam bentang alam dataran tinggi dengan elevasi
setingggi 556 m di atas permukaan laut. Situs ini berada di lereng
Bukit Tinjauan yang dikelilingi oleh ilalang. Akses menuju ke lokasi
dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua dan roda empat. Lokasi
tersebut tidak jauh dari Situs Menhir Belubus dan Situs Menhir
Subarang. Perjalanan ke lokasi dilanjutkan dengan berjalan kaki
sekitar 400 m melalui jalan setapak, kemudian mendaki bukit sejauh
100 m dari jalan setapak. Keletakan Bukit Tinjauan berdampingan
dengan Bukit Batu Manda dan Bukit Parasi. Ditemukan batu lumpang yang
merupakan batuan monolit dengan ukuran panjang 1,8 m, lebar 1,1 m
yang dipahat sehingga membentuk lubang seperti yang sering kita
temuan pada lumpang atau lesung batu, juga sekitar 4 dakon yang masih
dalam satu konteks. Kemungkinan besar dahulunya, tempat ini berfungsi
sebagai tempat yang sakral bagi masyarakat sekitar sebagai tempat
upacara yang berkaitan dengan aktifitas bercocok tanam yang memang
sudah berkembang pada zaman Megalitik.
Batu
lumpang dan batu dakon yang ada di Bukit Tinjauan kemungkinan besar
berkaitan dengan upacara pertanian. Lumpang tempat meletakkan bibit
padi sebelum menanam dan saat panen dalam rangka meminta izin kepada
arwah leluhur dan rasa terima kasih setelah panen.
3.
Kawasan Situs Megalit Belubus
Situs
Menhir Belubus terdapat di Nagari Sungai Talang Timur Kecamatan Guguk
Kabupaten Lima Puluh Kota. Pada situs ini terdapat 16 menhir yang
masih berdiri dengan berbagai bentuk dan ukuran. Menhir ini berhias
ular naga pada salah satu sisinya. Selain itu juga terdapat menhir
berhias dari bagian punggung bergerigi. Menhir disini merupakan
sebuah tanda kubur yang orientasinya mengarah ke Gunung Sago.
Dari
ketiga situs tersebut, adanya kecenderungan peletakan menhir di atas
bukit merefleksikan adanya penghargaan dari masyarakat untuk
menghormati tempat-tempat yang tinggi. Menhir tersebut cenderung
mengarah ke gunung Sago merefleksikan gunung tersebut merupakan
tempat yang dianggap suci yang selaras dengan arti kata gunung Sago
yang berkonotasi mensucikan gunung itu: Sago berasal dari kata
saugo yang dapat diartikan dengan Surga.
Sumber
referensi:
Anonim.
Peninggalan Sejarah Provinsi Sumatera Barat.
https://semuatentangprovinsi.blogspot.co.id/2017/04/peninggalan-sejarah-provinsi-sumatera-barat.html.
Diakses pada 12 Nopember 2017
Gifar.
Maek, Nagari Bawah Angin Penyimpan Kekayaan Megalitik.
https://sportourism.id/jelajah/maek-nagari-bawah-angin-penyimpan-kekayaan-megalitik.
Diakses pada 12 Nopember 2017
Iskandar,
Harry. Penemuan Batu Bergores di Situs Megalit Bukit Tinjauan, Lima
Puluh Kota
http://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbsumbar/2017/08/08/penemuan-batu-bergores-di-situs-megalit-bukit-tinjauan-lima-puluh-kota/.
Diakses pada 12 Nopember 2017
Suparyanti,
Lina. Situs Menhir Belubus.
http://kjpoplove.blogspot.co.id/2016/09/situs-menhir-belubus.html.
Diakses pada 12 Nopember 2017
Komentar
Posting Komentar